Film Terbaru
Showing posts with label Aksi. Show all posts
Showing posts with label Aksi. Show all posts

Robocop (2014)

In 2028 Detroit, when Alex Murphy (Joel Kinnaman) – a loving husband, father and good cop – is critically injured in the line of duty, the multinational conglomerate OmniCorp sees their chance for a part-man, part-robot police officer.

Download
Part 1 - Part 2 - Part 3 - Part 4 [Password : No Password]
Download SubtitleS
Gabung file dengan HJ Split.

Wrath of the Titans (2012) BluRay 720p


Perseus (Sam Worthington), anak hasil hubungan terlarang Dewa Zeus dengan manusia biasa, tetap memilih menjadi manusia, meski ayahnya, Zeus (Liam Neeson) mengabarkan bahwa kehidupan para dewa sedang terancam. Makin sedikitnya manusia yang menyembah dewa, menyebabkan kekuatan para dewa melemah, tak terkecuali Zeus sendiri. Zeus meminta Perseus ikut andil dalam menyelamatkan negeri para dewa dan juga manusia. Satu monster akan bangkit dan akan mengancam kehidupan manusia dan para dewa. Namun Perseus tidak mau membantu ayahnya. Perseus (Sam Worthington), anak hasil hubungan terlarang Dewa Zeus dengan manusia biasa, tetap memilih menjadi manusia, meski ayahnya, Zeus (Liam Neeson) mengabarkan bahwa kehidupan para dewa sedang terancam. Makin sedikitnya manusia yang menyembah dewa, menyebabkan kekuatan para dewa melemah, tak terkecuali Zeus sendiri. Zeus meminta Perseus ikut andil dalam menyelamatkan negeri para dewa dan juga manusia. Satu monster akan bangkit dan akan mengancam kehidupan manusia dan para dewa. Namun Perseus tidak mau membantu ayahnya. Kemudian, Zeus bersama anaknya, Ares (Edgar Ramirez) serta saudara kandung Zeus, Poseidon (Danny Huston), menemui saudara mereka, Hades (Ralph Fiennes) agar mau menyatukan kekuatan untuk menyelamatkan alam semesta. Hades juga menolaknya, karena ia kecewa dengan tindakan Zeus dimasa lalu karena mengasingkannya. Celakanya, Ares rupanya menginginkan monster tersebut, yang adalah Ayah dari Zeus, Poseidon, dan Hades yaitu Kronos, bangkit untuk sebuah tatanan dunia yang baru. Poseidon berhasil dicelakai oleh Ares dan Zeus ditangkap dan disekap. Sementara itu, di alam manusia terjadi kepanikan besar dengan adanya serangan dari naga berkepala dua. Perkampungan terbakar, korban berjatuhan, tak terkecuali putra Perseus, Hellus (John Bell). Perseus panik bukan main melihat nyawa anaknya terancam. Perseus akhirnya berhasil menaklukkan naga api dan menemui ayahnya, Zeus di kuil para dewa. Alangkah terkejutnya Perseus mendapati Zeus tidak berada di sana. Saat itulah, Poseidon datang dalam keadaan sekarat, memberitahunya soal Zeus dan pengkhianatan Ares. Poseidon memerintahkan agar Perseus menemui Agenor (Toby Kebbell), putra Poseidon yang setengah dewa, dan Ratu Andromeda (Rosamund Pike). Setelah itu, Poseidon pun tewas menjadi gumpalan debu. Singkat cerita, Perseus pun pergi mencari Agenor. Saat berjumpa dengan Agenor, lewat berbagai macam bujukan, Agenor pun bersedia membantu menyelamatkan Zeus. Mereka berdua pun berangkat ke tempat Zeus ditahan, yang penuh jebakan yang menggila. Sedangkan di sisi lain, monster api akan bangkit. Zeus berhasil membujuk Hades agar mau melepaskannya. Ares pun murka dan terjadilah pertarungan. Zeus hampir dikalahkan Ares, namun Perseus datang dan berhasil menyelamatkannya. Celakanya, di sisi lain, monster mematikan dari kerak neraka sudah terlanjur bangkit dan alam semesta pun terancam musnah. 

Download

Star Trek Into Darkness [2013]


Di tahun 2009, dimana Hollywood dikuasai oleh film-film science fiction orisinal seperti Avatar serta District 9, J. J. Abrams mampu mencuri banyak perhatian penikmat film dunia ketika dirinya kembali menghadirkan sebuah franchise legendaris bernama Star Trek dengan sentuhan yang baru. Meski awalnya banyak mendapatkan keraguan, khususnya dari para penggemar setia franchise tersebut – yang biasa menyebut diri mereka sebagai Trekkies, dengan bermodalkan naskah cerita arahan Roberto Orci dan Alex Kurtzman yang sangat cerdas, Abrams mampu menghadirkan sebuah presentasi kisah Star Trek yang cukup segar dan modern untuk dapat meraih banyak penggemar baru namun tetap terasa sangat familiar untuk dapat memuaskan para penggemar lamanya. Kesuksesan tersebut jelas telah membuka pintu kesempatan yang sangat lebar bagi Abrams untuk dapat menjelajah lebih jauh dalam menangani seri lanjutan franchise film yang telah dimulai semenjak tahun 1979 tersebut. Di tahun 2009, dimana Hollywood dikuasai oleh film-film science fiction orisinal seperti Avatar serta District 9, J. J. Abrams mampu mencuri banyak perhatian penikmat film dunia ketika dirinya kembali menghadirkan sebuah franchise legendaris bernama Star Trek dengan sentuhan yang baru. Meski awalnya banyak mendapatkan keraguan, khususnya dari para penggemar setia franchise tersebut – yang biasa menyebut diri mereka sebagai Trekkies, dengan bermodalkan naskah cerita arahan Roberto Orci dan Alex Kurtzman yang sangat cerdas, Abrams mampu menghadirkan sebuah presentasi kisah Star Trek yang cukup segar dan modern untuk dapat meraih banyak penggemar baru namun tetap terasa sangat familiar untuk dapat memuaskan para penggemar lamanya. Kesuksesan tersebut jelas telah membuka pintu kesempatan yang sangat lebar bagi Abrams untuk dapat menjelajah lebih jauh dalam menangani seri lanjutan franchise film yang telah dimulai semenjak tahun 1979 tersebut. Jika Star Trek akan membawa para penontonnya kepada awal kisah petualangan dua sahabat, Captain James T. Kirk dan Commander Spock, dalam mengarungi angkasa luas bersama dengan para pengisi kapal luar angkasa Enterprise lainnya seperti Dr. Leonard McCoy, Pavel Chekov, Hikatu Sulu, Nyota Uhura dan Montgomery Scott, maka Star Trek Into Darkness sepertinya berusaha untuk lebih mendalami kembali hubungan persahabatan yang terjalin antara dua sahabat yang berasal dari dua planet yang berbeda tersebut – tentu saja dengan tambahan plot kisah yang akan memberikan kesempatan bagi film ini untuk menghadirkan deretan adegan aksi seperti yang telah disajikan di seri sebelumnya. Mendapatkan tambahan tenaga pemikiran dari Damon Lindelof (Prometheus, 2012) di jajaran penulis naskahnya, Star Trek Into Darkness sayangnya hadir dengan jalinan kisah yang terlalu sederhana untuk disajikan dalam durasi sepanjang 133 menit yang membuat banyak bagian film ini terasa bertele-tele dan datar dalam penceritaannya. Star Trek Into Darkness memulai perjalanan kisahnya dengan menceritakan mengenai Captain James T. Kirk (Chris Pine) yang mendapatkan penurunan jabatan setelah dirinya melanggar salah satu aturan Starfleet – walaupun hal tersebut dilakukannya demi untuk menyelamatkan salah satu kru pesawat luar angkasa Enterprise yang ia pimpin. Kejadian tersebut secara perlahan lantas membuat hubungan persahabatan antara Captain Kirk dengan Commander Spock (Zachary Quinto) menjadi renggang. Dengan kondisi hati dan pemikiran yang berjalan bimbang, Captain Kirk sekali lagi mendapatkan peringatan dari mentornya, Rear Admiral Christopher Pike (Bruce Greenwood), mengenai bagaimana tingkah lakunya sebagai seorang pemimpin yang terkadang tidak sesuai untuk diaplikasan dalam keseharian masa tugasnya. Namun, penurunan posisi jabatan bukanlah satu-satunya masalah besar yang akan dihadapi oleh Captain Kirk. Salah seorang pegawai Starfleet, John Harrison (Benedict Cumberbatch), ternyata melakukan pengkhianatan terhadap organisasi tersebut dan merancang sebuah tindakan bom bunuh diri kepada fasilitas rahasia Starfleet di London, Inggris. Sialnya, tindakan bom bunuh diri tersebut ternyata hanyalah sebuah awal dari rencana John Harrison – yang kini telah melarikan diri ke Kerajaan Klingon – untuk menghancurkan Starfleet. Dengan kondisi organisasi yang berantakan, Captain Kirk kemudian mendapatkan kembali jabatannya untuk memimpin Enterprise. Dan bersama dengan Commander Spock serta deretan kru yang ia percayai – plus seorang petugas baru yang mampu mencuri perhatiannya, Dr. Carol Marcus (Alice Eve), Captain Kirk memulai misi Enterprise untuk mengejar dan menangkap John Harrison. Terlepas dari usaha J. J. Abrams untuk menghadirkan sebuah penceritaan yang menyajikan lebih banyak deretan adegan aksi jika dibandingkan dengan seri sebelumnya, Star Trek Into Darkness pada dasarnya adalah sebuah jalinan cerita yang memaparkan lebih dalam tentang persahabatan antara Captain Kirk dengan Commander Spock – suatu hal yang membuat banyak karakter pendukung lainnya terpaksa harus “disingkirkan” dengan hanya mendapatkan porsi penceritaan yang minimalis. Bukan sebuah masalah besar, khususnya ketika Star Trek Into Darkness mampu mewarnai kisah persahabatan tersebut dengan gambaran mengenai sikap kepemimpinan serta pengorbanan yang dilakukan kedua karakter tersebut dalam mempertahankan serta membela sosok sahabat mereka. Sayangnya, di sisi lainnya, fokus yang terasa sedikit berlebihan terhadap kisah persahabatan Captain Kirk dan Commander Spock sepertinya membuat Abrams gagal untuk dapat mengembangkan berbagai plot penceritaan lain yang dihadirkan dalam film ini. Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, kehadiran kisah persahabatan antara Captain Kirk dan Commander Spock dalam porsi penceritaan yang lebih luas membuat keberadaan banyak plot cerita pendukung yang berada di sekitar Star Trek Into Darkness menjadi kurang begitu esensial kehadirannya – termasuk dengan plot kisah mengenai serangan yang dilakukan oleh karakter John Harrison terhadap Starfleet. Bagian ini sepertinya hanya dihadirkan untuk memastikan keberadaan deretan adegan aksi dalam jalan cerita film ini. Karenanya, sebuah kisah pengejaran yang dilakukan oleh kru Enterprise terhadap karakter John Harrison akhirnya berlangsung panjang dengan beberapa kejutan hadir di beberapa persimpangan ceritanya. Abrams mampu menggarap sisi aksi dari plot penceritaan tersebut dengan baik. Namun porsi kisah yang terlampau familiar namun diperpanjang sedemikian rupa membuat Star Trek Into Darkness seringkali terkesan bertele-tele, melelahkan dan hadir tanpa poin penceritaan yang berarti. Chris Pine dan Zachary Quinto sendiri sepertinya telah mampu melepaskan bayang-bayang para pemeran karakter Captain Kirk dan Commander Spock dari seri terdahulu franchise ini. Baik Pine dan Quinto berhasil menghidupkan karakternya dengan baik serta, yang paling penting, terlihat begitu nyaman dalam memerankan dua karakter ikonik tersebut. Meskipun dengan karakterisasi peran yang cenderung datar, Benedict Cumberbatch mampu hadir mencuri perhatian dalam setiap kehadirannya di dalam jalan cerita. Mungkin jika Star Trek Into Darkness mampu memberikan penggalian yang lebih dalam lagi terhadap karakter John Harrison, maka penampilan Cumberbatch akan terasa lebih kuat keberadaannya. Selain karakter Captain Kirk dan Commander Spock, nyaris tidak ada karakter yang tampil kuat di sepanjang presentasi penceritaan Star Trek Into Darkness. Lihat bagaimana karakter Nyota Uhura (Zoe Saldana) yang kini hanya berfungsi sebagai karakter “sang kekasih” di dalam jalan cerita. Begitu juga dengan beberapa karakter-karakter lain seperti Dr. Leonard McCoy (Karl Urban), Pavel Chekov (Anton Yelchin), Hikatu Sulu (John Cho) dan Montgomery Scott (Simon Pegg) yang terkesan hadir hanya sebagai perangkat jalan cerita tanpa pernah hadir dalam porsi yang benar-benar utuh. Bahkan karakter Dr. Carol Marcus yang diperankan oleh Alice Eve mungkin hanya dihadirkan sebagai aksesori untuk memperindah tampilan visual cerita belaka. Secara sederhana, dalam urusan karakterisasi, Star Trek Into Darkness gagal untuk mengikuti jejak pendahulunya – dalam hal membuat setiap penontonnya mampu merasa tertarik dengan setiap karakter yang hadir di dalam jalan cerita, peduli terhadap mereka dan akhirnya menjalin ikatan emosional untuk terus mengikuti kisahnya. Harus diakui, J. J. Abrams mendapatkan sebuah pencapaian yang luar biasa melalui Star Trek. Tidak hanya mampu meyakinkan para penggemar lama franchise ini, namun dengan jalan cerita yang begitu cerdas, penuh dengan sentuhan komedi yang kuat serta deretan karakter yang hangat, versi reboot dari Star Trek mampu menjangkau jutaan penggemar baru. Sayangnya, Star Trek Into Darkness kurang begitu mampu untuk mencapai tingkatan kecerdasan yang diraih oleh pendahulunya. Tidak buruk, namun seri kedua ini sepertinya terlalu berfokus untuk menghadirkan sisi hiburan daripada berusaha untuk tampil brilian sekaligus mengesankan dalam sajian penceritaannya dengan lebih mengutamakan tampilan visual pada deretan adegan aksinya. Gagal untuk tampil istimewa. 

Download
 

Pain Nad Gain (2013)


Sinopsis dan Alur Cerita Film Pain & Gain (2013) Daniel Lugo (Mark Wahlberg) adalah binaragawan biasa yang bekerja di Sun Gym bersama dengan temannya Adrian Doorbal (Anthony Mackie). Sinopsis dan Alur Cerita Film Pain & Gain (2013) Daniel Lugo (Mark Wahlberg) adalah binaragawan biasa yang bekerja di Sun Gym bersama dengan temannya Adrian Doorbal (Anthony Mackie). Bosan menjalani kehidupan yang miskin, Lugo berencana untuk menculik Victor Kershaw (Tony Shalhoub), pengusaha kaya yang biasa berlatih di gym. Lugo berencana memeras uang dari dia melalui penyiksaan. Dengan bantuan dari seorang penjahat yang baru keluar dari penjara, Paul Doyle (Dwayne Johnson), “Sun Gym Gang” pun berhasil mendapatkan Kershaw untuk menandatangani seluruh keuangannya. Tapi ketika Kershaw selamat dari percobaan pembunuhan oleh ketiga orang tersebut, dia lantas menyewa detektif swasta Ed Du Bois (Ed Harris) untuk menangkap mereka setelah Departemen Kepolisian Miami gagal melakukannya. 

Download

R.i.p.d. [2013]


Berkisah tentang dua orang polisi dari R.I.P.D (Rest In Peace Department), sebuah departemen yang bertugas untuk melindungi dan melayani umat manusia dan menangkap penjahat yang telah mati yang enggan masuk ke neraka. Berkisah tentang dua orang polisi dari R.I.P.D (Rest In Peace Department), sebuah departemen yang bertugas untuk melindungi dan melayani umat manusia dan menangkap penjahat yang telah mati yang enggan masuk ke neraka. Veteran sheriff Roy Pulsifer (Jeff Bridges) telah menghabiskan karirnya sebagai polisi legendaris yang dikenal piawai melakukan pelacakan roh mengerikan yang cerdik menyamar sebagai orang biasa. Misinya? Untuk menangkap dan mengadili penjahat yang berusaha melarikan diri dari penghakiman terakhir dengan bersembunyi di antara manusia di Bumi. Disini, Roy berpartner dengan Nick Walker (Ryan Reynolds), seorang polisi yang tewas karena dibunuh oleh penjahat. Nick sendiri penasaran siapa yang telah membunuhnya dan berniat membalas dendam sembari melakukan pekerjaannya melawan penjahat-penjahat di neraka. Berdua mereka bahu-membahu mengembalikan keseimbangan kosmis...atau melihat terowongan akhirat mulai mengirimkan jiwa-jiwa jahat dan marah dengan cara yang sangat salah 

Download

Vehicle 19 2013 720p


Seorang pria yang baru saja dibebaskan dari penjara tanpa disadari mengambil mobil sewaan yang salah setelah penerbangan yang panjang. Seorang pria yang baru saja dibebaskan dari penjara tanpa disadari mengambil mobil sewaan yang salah setelah penerbangan yang panjang. Setelah Ia menemukan seorang wanita yang terikat di bagasi mobil tersebut, Ia segera menyadari bahwa dirinya telah menjadi target dari kepolisian yang akan menggunakan cara apapun yang diperlukan untuk menghentikan dirinya dan "penumpang" wanita tersebut dari mencapai gedung pengadilan untuk bersaksi melawan oknum-oknum korupsi yang ada di kota tersebut 

Jumper (2008)


JUMPER adalah film fiksi ilmiah adaptasi dari novel fiksi berjudul sama karya Steven Gould (1992). Film yang disutradarai Doug Liman dan dibintangi Hayden Christensen, Samuel L. Jackson, Jamie Bell, Rachel Bilson dan AnnaSophia Robb ini akan dirilis pada 14 Februari. Berkisah tentang David Rice (Hayden Christensen), film yang mengambil syuting di Roma, Toronto, Tokyo, dan Canada ini menuturkan perjalanan seorang pemuda yang memiliki kemampuan teleportasi (berpindah tempat) ke manapun dia mau. David Rice sejak berusia 5 tahun harus tinggal bersama ayahnya yang permabuk. Tanpa alasan yang jelas, ibu David meninggalkan David di Empire State Building di New York dan sejak itu tidak pernah lagi muncul. JUMPER adalah film fiksi ilmiah adaptasi dari novel fiksi berjudul sama karya Steven Gould (1992). Film yang disutradarai Doug Liman dan dibintangi Hayden Christensen, Samuel L. Jackson, Jamie Bell, Rachel Bilson dan AnnaSophia Robb ini akan dirilis pada 14 Februari. Berkisah tentang David Rice (Hayden Christensen), film yang mengambil syuting di Roma, Toronto, Tokyo, dan Canada ini menuturkan perjalanan seorang pemuda yang memiliki kemampuan teleportasi (berpindah tempat) ke manapun dia mau. David Rice sejak berusia 5 tahun harus tinggal bersama ayahnya yang permabuk. Tanpa alasan yang jelas, ibu David meninggalkan David di Empire State Building di New York dan sejak itu tidak pernah lagi muncul. David pertama menyadari bahwa ia memiliki kemampuan teleportasi saat ia berusia 15 tahun. Saat ia hampir tenggelam ke dalam sungai yang sedang tertutup es, refleksnya membuat ia berpindah ke dalam perpustakaan kota tempat ia tinggal. Sejak itu David memutuskan pergi dari rumah dan menggali kemampuan teleportasinya. David berhasil hidup nyaman dengan memanfaatkan kemampuannya ini. Ia masuk ke dalam lemari besi bank kemudian keluar lagi tanpa ketahuan siapa pun. Dari hasil 'merampok' bank ini, David bisa hidup berfoya-foya dari satu kota ke kota yang lain. Pada saat yang sama, ada sebuah kelompok yang menamakan dirinya Paladin. Kelompok ini selalu berusaha memburu dan membunuh orang-orang dengan kemampuan seperti David yang mereka sebut Jumper. Paladin yang dipimpin oleh Roland (Samuel L. Jackson) ini menganggap bahwa hanya Tuhan yang berhak memiliki kekuatan itu. David kemudian bertemu dengan Griffin (Jamie Bell), yang juga seorang Jumper. Dari Griffin, David mengetahui bahwa ke dua kelompok ini memang saling bermusuhan sejak ribuan tahun yang lalu. Bisakah David lolos dari kejaran para Paladin ini? 

Transformers 2 : Revenge of the Fallen (2009)


Sam Witwicky (Shia LaBeouf) yang mengira telah berakhirnya perang antara robot baik Autobots dan robot jahat Decepticons setelah kematian Megatron ternyata salah besar. Dia malah menemukan rahasia besar tentang asal usul Transformers dan sejarah mereka di bumi dari visi yang dilihatnya di potongan AllSpark. Visi itu menunjukkan kepada Sam simbol-simbol Cybertronian yang dapat dipakai sebagai kunci menemukan sumber Energon di bumi. Decepticons yang menginginkan Energon untuk mengembalikan kekuasaan mereka atas Transformers, berusaha menangkap Sam hidup-hidup. Sam Witwicky (Shia LaBeouf) yang mengira telah berakhirnya perang antara robot baik Autobots dan robot jahat Decepticons setelah kematian Megatron ternyata salah besar.(saksikan di film Transformer sebelumnya) Dia malah menemukan rahasia besar tentang asal usul Transformers dan sejarah mereka di bumi dari visi yang dilihatnya di potongan AllSpark. Visi itu menunjukkan kepada Sam simbol-simbol Cybertronian yang dapat dipakai sebagai kunci menemukan sumber Energon di bumi. Decepticons yang menginginkan Energon untuk mengembalikan kekuasaan mereka atas Transformers, berusaha menangkap Sam hidup-hidup. Di film kedua Transformers ini, Sam telah masuk universitas di jurusan astronomi dan dia sudah tidak dikekang oleh orang tuanya dan robot Bumblebee. Sedangkan Mikaela (Megan Fox), kekasih Sam, bekerja di bengkel sepeda motor. Di film ini juga diperkenalkan robot-robot baru dan lingkupan ceritanya mencakup negara Perancis dan Mesir. Selain berhasil menghidupkan kembali Megatron, dalam pasukan Decepticons terdapat dua robot baru, yakni Soundwave, ahli sistem komunikasi yang menakutkan yang saat di bumi berbentuk mobil Chevrolet Silverado, dan Devastator, sebuah robot besar yang merupakan gabungan beberapa robot Constructicons dan menyerupai gorilla raksasa karena berjalan dengan 4 kaki. Bila bediri tegak, ketinggian Devastator bisa mencapai 120 meter. Pihak Autobots juga menambah anggotanya, salah satunya Jetfire yang merupakan mantan anggota Decepticons. Karena faktor usia dan cedera yang dialaminya, Jetfire memilih bergabung dengan Autobots. 

Sherlock Holmes: A Game Of Shadows (2011)


Tak ada yang menyangsikan kalau Sherlock Holmes (Robert Downey Jr) adalah detektif paling cerdik di muka bumi. Tak ada penjahat yang bisa lolos begitu saja kalau Sherlock sudah turun tangan. Tapi kali ini berbeda. Yang dihadapi Sherlock Holmes bukanlah penjahat biasa. Ia cerdik dan yang lebih menakutkan lagi, penjahat ini tak ragu-ragu mengorbankan banyak nyawa. Tak ada yang menyangsikan kalau Sherlock Holmes (Robert Downey Jr) adalah detektif paling cerdik di muka bumi. Tak ada penjahat yang bisa lolos begitu saja kalau Sherlock sudah turun tangan. Tapi kali ini berbeda. Yang dihadapi Sherlock Holmes bukanlah penjahat biasa. Ia cerdik dan yang lebih menakutkan lagi, penjahat ini tak ragu-ragu mengorbankan banyak nyawa. Penyelidikan Sherlock Holmes berawal ketika ia yakin kalau kematian pewaris tahta Austria yang baru saja terjadi bukanlah sesuatu yang wajar. Sherlock yakin pria malang ini dibunuh. Penyelidikan pun dimulai dan kali ini Sherlock tak hanya ditemani Dr Watson (Jude Law) tapi juga Mycroft Holmes (Stephen Fry), saudara Sherlock. Semakin jauh Sherlock menyelidiki, mulai muncul beberapa petunjuk. Salah satu petunjuk itu adalah Sim (Noomi Rapace), wanita Gypsy yang ternyata menjadi salah satu kunci dari misteri kematian sang pangeran. Perburuan Sherlock kemudian membawa detektif ini ke Perancis, Jerman bahkan Swiss namun Professor Moriarty (Jared Harris) sepertinya jauh lebih licin dari perkiraan Sherlock. Review Sukses secara komersil sekaligus mampu meraih simpati para kritikus memang jadi jaminan sebuah film bakal dibuatkan sekuel. Yang tidak bisa dijadikan jaminan adalah soal mengulang sukses dari film pertama. Banyak film yang gagal namun untungnya SHERLOCK HOLMES: A GAME OF SHADOWS tidak termasuk golongan ini. Guy Ritchie tetap menggunakan formula yang sama dalam menggambarkan Sherlock Holmes. Kalau di bagian pertama dulu bisa jadi Guy sedikit ragu-ragu kini sutradara Inggris ini jadi lebih percaya diri. Hal yang sama terjadi pada Robert Downey Jr yang masih tetap dipercaya memerankan Sherlock Holmes. Rasanya kali ini Downey jadi lebih santai dan bisa berakting dengan lebih leluasa. Tak banyak perubahan yang terjadi pada karakter Sherlock Holmes dan Dr Watson, kecuali kali ini Jude Law jadi sedikit lebih gugup namun ini bisa dimaklumi mengingat kondisi mental Dr Watson yang akan segera menikah. Munculnya karakter Mycroft Holmes yang diperankan oleh Stephen Fry dan Sim yang diperankan oleh Noomi Rapace juga semakin memperkaya warna film ini. Sayang Jared Harris sepertinya kurang pas memerankan sosok Professor Moriarty. Sebagai pelengkap, sajian visual hasil rekaan Guy Ritchie yang diwujudkan oleh tim special effect juga sangat efektif dan menambah mantap alur kisah yang kali ini dibuat lebih solid bila dibanding dengan bagian pertama dulu 

The Avenger (2012)


The Avengers adalah film yang diadaptasi dari komik keluaran Marvel Comic. Iron Man, Captain America, The Hulk, Thor, Black Widow adalah para jagoan yang dipertemukan dalam satu team super hero. Cerita The Avengers ini berawal dari tragedi di sebuah agensi mata-mata S.H.I.E.L.D pimpinan Nick Fury yang sedang melakukan eksperimen untuk membuat nuklir dari sebuah energi cube yang disebut Tesseract. Nah, Tesseract ini memiliki kekuatan super yang mampu membangkitkan atau mengganti energi listrik sedunia. The Avengers adalah film yang diadaptasi dari komik keluaran Marvel Comic. Iron Man, Captain America, The Hulk, Thor, Black Widow adalah para jagoan yang dipertemukan dalam satu team super hero. Cerita The Avengers ini berawal dari tragedi di sebuah agensi mata-mata S.H.I.E.L.D pimpinan Nick Fury yang sedang melakukan eksperimen untuk membuat nuklir dari sebuah energi cube yang disebut Tesseract. Nah, Tesseract ini memiliki kekuatan super yang mampu membangkitkan atau mengganti energi listrik sedunia. Namun, sebuah kejadian tak terduga pun muncul. Kekuatan energi Tesseract ternyata membuka portal antara bumi dan dunia Asgard. Tak disangka, ketika portal tersebut terbuka muncullah Loki. As you know, Loki ini merupakan tokoh jahat dalam film The Avengers ini. Tujuan utama Loki ialah untuk membalas dendam terhadap Thor yang merupakan saudara tirinya sendiri karena ia tidak berhasil menjadi seorang raja di planet Asgard. Setelah muncul, Loki pun langsung mengobrak-abrik eksperimen yang dilakukan oleh agensi S.H.I.E.L.D. Tak hanya sampai di situ. Loki yang mempunyai kekuatan untuk menghipnotis seseorang, langsung melancarkan aksinya. Hasilnya 2 anggota S.H.I.E.L.D yaitu Dr. Erik Selvig dan agen Clint Barton/Hawkeye kehilangan pikiran normalnya, yang akhirnya menjadi pengikut Loki. Tahu bahwa dunia terancam karena ulah Loki, maka pemimpin S.H.I.E.L.D yaitu Nick Fury berencana untuk menyatukan semua superhero yang ada di bumi. Proyek ini dinamakan The Avengers yaitu mengumpulkan agen Natasha Romanoff/ Black Widow, Bruce Banner/Hulk, Steve Rogers/Captain America dan Tony Stark/Iron Man. Kok Thor nggak masuk dalam proyek The Avengers? Dalam film The Avengers ini, Thor langsung aja datang karena merasa bumi sedang terancam oleh Loki. Nah, secara tidak langsung karena misinya sama dengan The Avengers maka Thor juga masuk dalam proyek tersebut. Well Mas Jamal lanjutkan nih ceritanya… Awalnya para superhero ini saling bertengkar satu dengan yang lainnya. Hal ini bermula ketika Steve Rogers/Captain America mengetahui proyek pembuatan nuklir yang dilakukan oleh S.H.I.E.L.D. As you know, awalnya semua superhero ini nggak tahu-menahu tentang proyek nuklir tersebut. Mereka hanya dikumpulkan tuk melawan Loki. Namun, pertengkaran itu pun tak berlangsung lama karena para superhero sadar bahwa sebenarnya mereka sedang di adu domba oleh Loki. Setelah kejadian itu, para superhero ini pun bersatu kembali menjadi tim The Avengers yang solid. Tahu musuhnya mulai kompak dan mempersulit rencana Loki, Loki pun meminta bantuan kepada para pasukan perangnya dari planet Asgard untuk menyerang bumi dan melumpuhkan tim The Avengers tersebut. Namun, hal tersebut sia-sia belaka karena kekuatan para tim Avengers jauh lebih kuat dibandingkan dengan pasukan Loki. Mungkin review film The Avengers berakhir sampai di sini. Review ini pastinya tidak mewakili film tersebut secara keseluruhan, karena film The Avengers ini cukup detail dan kompleks dalam menceritakan sebuah permasalahan. Kalau masih penasaran bisa dilihat dulu trailer film The Avengers berikut ini. 
Download 
Part1 
Part2 
Part3 
Subtitle

Faster (2010)



Ketika mantan bintang World Wrestling Entertainment, Dwayne Johnson atau yang pada masa itu dikenal sebagai The Rock, memulai karir aktingnya di film layar lebar, mungkin tidak ada seorangpun yang akan menyangka bahwa dirinya akan membintangi film semacam The Game Plan (2007), Race to Witch Mountain (2009) atau Tooth Fairy (2010), yang notabene merupakan film-film yang dipasarkan untuk kalangan keluarga. Johnson mungkin melakukannya atas nama variasi peran, namun sayangnya, kualitas film-film tersebut yang seringkali patut dipertanyakan, justru membuat nama Johnson menjadi terpuruk dengan kemampuan aktingnya yang semakin diragukan.
Faster, yang disutradarai oleh George Tillman, Jr (Notorious, 2009), menandai kembalinya Johnson ke film-film dengan genre keras. Jangan sampai tertipu dengan judulnya yang mungkin akan membuat sebagian orang mengira bahwa film ini mengisahkan mengenai karakter Johnson yang berpacu dalam dunia balapan a la film-film sejenis The Fast and the Furious (2001). Faster merupakan sebuah film yang lebih menekankan tema pembalasan dendam seorang karakter pada beberapa orang dari masa lalunya. Sebuah film yang sangat sesuai dengan karakter keras yang dimiliki oleh Johnson, namun sayangnya masih belum akan sepenuhnya memperbaiki citra Johnson mengenai kemampuan aktingnya.
Ada tiga karakter utama yang menjadi fokus penceritaan Faster, dan ketiganya hadir tanpa nama dan hanya dikenal sebagai Driver, Cop dan Killer. Driver (Johnson) adalah seorang narapidana perampokan bank yang baru saja dilepaskan setelah sepuluh tahun menjalani masa tahanannya. Begitu bebas dari penjara, tujuan hidup Driver hanyalah satu: untuk membunuh komplotan perampok yang telah menjebak dirinya dan menyebabkan kematian kakaknya (Matt Gerald). Cop (Billy Bob Thornton) adalah seorang polisi yang mencoba membersihkan kembali hidupnya dari ketergantungannya terhadap narkoba sekaligus mencoba memperbaiki hubungannya dengan sang istri, Marina (Moon Bloodgood). Bersama dengan Detektif Cicero (Carla Gugino), Cop ditugaskan untuk menangkap Driver dan menghentikan usaha pembunuhan yang ia lakukan.
Di suatu tempat lainnya, Killer (Oliver Jackson-Cohen) adalah seorang pembunuh bayaran yang disewa seseorang untuk membunuh Driver. Percobaan pertamanya dalam membunuh Driver kemudian menemui kegagalan, yang menyebabkan dirinya kemudian begitu terobsesi untuk membunuh Driver. Obsesinya ini membuat hubungannya dengan wanita yang baru dinikahinya, Lily (Maggie Grace) menjadi sedikit renggang. Walau tidak saling mengenal satu sama lain, ternyata satu tujuan hidup mereka, yakni untuk bergerak lebih cepat sebelum yang satu berhasil menangkap lainnya, akhirnya akan mempertemukan mereka dan menentukan hidup mati mereka.
Harus diakui, Faster dapat saja berakhir sebagai sebuah film action berkualitas rendahan yang akan semakin memojokkan kemampuan akting Johnson di mata kritikus film. Untungnya, Faster mampu tampil lebih daripada itu. Jalan cerita film ini, yang termasuk menyertakan tema mengenai kemampuan memberi maaf pada orang lain dan usaha untuk memperbaiki diri, ternyata mampu meningkatkan kualitas film ini satu tingkat dibandingkan dengan film-film action sepantarannya. Terlebih lagi, Johnson mampu membuktikan bahwa dirinya memang tepat untuk berada di film sejenis ini dengan memberikan penampilan yang sangat tidak mengecewakan.
Kelemahan Faster justru datang dari kekompleksitasan ketiga karakter yang dihadirkan ke hadapan para penontonnya. Ketiga karakter – sama-sama memiliki masa lalu yang gelap dan keinginan untuk sebuah masa depan yang cerah – seringkali dilibatkan dalam deretan adegan drama yang sayangnya tidak mampu dirangkai oleh George Tillman, Jr dengan baik. Hasilnya, Faster terasa lebih rumit namun tanpa kemampuan untuk dapat memberikan apapun dalam jalan ceritanya. Kompleksnya karakterisasi ketiga karakter juga seringkali dirasakan terlalu berlebihan ketika dibandingkan dengan plot utama cerita yang sebenarnya berlangsung sederhana. Hal ini yang membuat Faster terkadang terasa berjalan kurang seimbang di antara beberapa plot ceritanya.
Dari departemen akting, mereka yang mengharapkan bahwa jajaran pemeran Faster akan terlihat seperti sekumpulan aktor yang gagal dalam menunjukkan kemampuan akting mereka sepertinya akan merasa kecewa. Walaupun tidak luar biasa, para aktor dan aktris di film ini tampil dengan kapasitas akting yang cukup layak. Johnson memang tepat untuk dipilih dan bermain di film sejenis Faster. Carla Gugino memberikan penampilan yang cukup emosional ketika Billy Bob Thornton terkadang terlihat terlalu datar untuk perannya sebagai seorang polisi yang bermasalah. Sementara aktor Inggris, Oliver Jackson-Cohen, yang berperan sebagai Killer, berhasil tampil seimbang dengan para pemeran lainnya, khususnya mengingat karakternya yang seperti tidak terlalu berpengaruh besar kepada plot utama film ini.
Adalah sangat mudah untuk memberikan asumsi kepada Faster bahwa film ini hanyalah sebuah film action standar yang hanya menghadirkan kekerasan dan darah dengan tampilan seadanya dari para pemerannya tanpa mampu untuk memberikan sesuatu yang lebih. Memang, tidak ada yang begitu istimewa dari film ini. Namun adalah cukup menyegarkan ketika film sejenis ini mampu tampil dengan sebuah tema yang cukup mendalam seperti yang dibawakan dalam naskah cerita Faster. Disamping itu, jajaran pemeran Faster tampil dengan kemampuan akting yang sama sekali tidak buruk. Walaupun film ini akan sedikit berpotensi mengecewakan bagi mereka yang mengharapkan sebuah film action yang berjalan dengan ritme cepat, namun secara keseluruhan Faster berhasil menjadi sebuah tayangan yang cukup layak untuk disimak.

Drive angry (2011)



Film Drive Angry ini dibintangi oleh aktor Nicolas Cage (Milton), artis cantik
Amber Heard (Piper) dan aktor William Fichtner (The Accountant). Film ini diproduksi oleh Millennium Films dan Summit Entertainment.


Milton (Nicolas Cage) mungkin bukan orang baik-baik tapi bukan berarti Milton sudah bukan manusia lagi. Saat putri tersayangnya dalam keadaan terancam bahaya, Milton tak ragu-ragu untuk bertindak, meskipun nyawanya menjadi taruhan. Milton hanya punya satu tujuan. Ia harus menyelamatkan putrinya sebelum sebuah kelompok penyembah setan mengorbankan putrinya dalam ritual mereka.

Sebuah kelompok penyembah setan sengaja menculik putri Milton karena mereka yakin kalau putri Milton adalah kunci dari apa yang mereka cari. Dengan bayi ini, kelompok penyembah setan ini akan membuka gerbang neraka dan membuat kekacauan di seluruh dunia. Bayi ini harus dikorbankan tepat pada saat bulan purnama agar ritual mereka terlaksana.

Milton tak punya waktu banyak. Ia harus segera menemukan kelompok ini sebelum bulan purnama, atau putrinya akan jadi korban persembahan setan. Untungnya Milton tak sendiri. Ada Piper (Amber Heard) yang dengan suka rela membantu Milton. Sayangnya masalah Milton bukan hanya kelompok penyembah setan ini. Polisi ternyata masih memburu Milton sementara di saat yang sama, ada seorang pembunuh yang dikenal dengan nama The Accountant (William Fichtner. The Accountant juga punya misi menangkap Milton

Olympus Has Fallen (2013)


Oh. Berbicara mengenai nasionalisme/patriotisme, film arahan sutradara Antoine Fuqua (Brooklyn’s Finest, 2010) yang berjudul Olympus Has Fallen ini juga mengangkat tema penceritaan yang sama. Hanya saja, daripada menghadirkan kisah mengenai seorang pelajar sekolah dasar yang berusaha mewujudkan obsesi sang kakek mengenai bendera negaranya, Olympus Has Fallen mengisahkan mengenai seorang mantan agen rahasia Amerika Serikat yang berjuang dalam melawan aksi terorisme yang berusaha memecah keutuhan negaranya. Sendirian. Terdengar seperti kisah dari salah satu seri franchise Die Hard (1988 – 2013)? Tentu! Dan rasanya setiap orang akan begitu familiar dengan jalan cerita tersebut. Pun begitu, dengan arahan Fuqua yang kuat atas intensitas presentasi aksi dalam film ini serta penampilan apik dari seluruh jajaran pengisi departemen aktingnya, khususnya Gerard Butler, Olympus Has Fallen mampu menjelma menjadi sebuah film aksi yang dapat dengan mudah menarik dan menahan perhatian setiap penontonnya secara penuh dalam 120 menit pengisahan ceritanya.
Olympus Has Fallen dimulai dengan memperkenalkan karakter utamanya: seorang agen rahasia, Mike Banning (Butler), yang kini bertugas sebagai salah satu anggota kelompok pengamanan kepresidenan. Atas etos kerjanya yang dikenal sangat cemerlang, Mike bahkan telah mendapatkan kepercayaan yang kuat dari sang presiden, President Benjamin Asher (Aaron Eckhart), beserta keluarganya: sang istri, Margaret (Ashley Judd) serta puteranya, Connor (Finley Jacobsen). Sayang, tak semua sisi kehidupan keluarga sang presiden dapat ia amankan. Ketika suatu malam terjadi sebuah kecelakaan pada iringan mobil keluarga presiden, Mike mampu menyelamatkan sang presiden… namun gagal menyelamatkan istrinya yang berujung pada kematiannya.
Delapan belas bulan kemudian, akibat tidak mampu bertahan atas kenangan buruk tersebut, Mike kini telah dipindahtugaskan menjadi pegawai Departemen Keuangan Amerika Serikat – meskipun seringkali hatinya masih merindukan masa-masa tugasnya di Istana Negara Amerika Serikat, The White House. Suatu hari, ketika President Benjamin Asher sedang menjalani sebuah pertemuan politik dengan delegasi dari negara Korea Selatan, sebuah pesawat tempur berhasil memasuki wilayah terbang ibukota Amerika Serikat, Washington DC, dan mulai menjadikan setiap benda maupun manusia yang berada dalam jangkauannya sebagai sasaran tembak. Pesawat tempur tersebut ternyata hanyalah awal dari serangkaian serangan yang dilancarkan oleh sekelompok teroris yang ingin menjadikan The White House sebagai sasaran utama mereka. Mike Banning jelas tidak menerima begitu saja negara yang ia cintai diporak-porandakan oleh sebuah kekuatan asing. Ia lalu mulai menyusun rencana untuk kemudian melakukan serangan balik kepada para anggota teroris tersebut.
Walau naskah cerita yang dihasilkan oleh Creighton Rothenberger dan Katrin Benedikt sama sekali tidak menawarkan sesuatu yang baru kepada para penontonnya, namun Olympus Has Fallen jelas bukanlah sebuah presentasi yang buruk. Sebagian kesuksesan tersebut datang dari keberhasilan Antoine Fuqua untuk mengumpulkan jajaran pemeran yang memiliki kemampuan akting yang benar-benar memuaskan. Lihat bagaimana nama-nama seperti Aaron Eckhart, Morgan Freeman, Melissa Leo, Angela Bassett, Robert Forster bahkan Radha Mitchell mampu memberikan penampilan yang begitu mencuri perhatian meskipun porsi penceritaan karakter yang mereka perankan benar-benar terbatas.
Gerard Butler yang berada di garda terdepan departemen akting juga jelas tidak mengecewakan. Butler yang berperan pada sebuah film aksi jelas merupakan Butler yang berada pada elemen terbaiknya dan ia mampu mendalami karakter yang ia perankan dengan sempurna! Pujian yang sama juga dapat diberikan kepada Rick Yune yang memerankan karakter antagonis utama. Dengan wajah tampan dan tubuh atletisnya, Yune mampu menjelma menjadi sosok karakter yang memikat namun jelas sangat mematikan. Baik Butler dan Yune berhasil membuat karakter yang mereka perankan menjadi benar-benar tampil mengesankan – termasuk ketika kedua karakter tersebut akhirnya saling berhadapan.
Layaknya film-film sejenis, Olympus Has Fallen juga mampu tampil kuat di bagian presentasi cerita yang sama. Momen-momen emas film ini hadir ketika Fuqua menyajikan deretan adegan penuh kekerasan dan darah dalam menggambarkan aksi para teroris yang menyerbu masuk The White House. Fuqua mampu mempertahankan intensitas aksi di setiap bagian penceritaan tersebut dengan menghadirkan kualitas audio visual yang benar-benar akan mampu mempesona setiap penontonnya. Intensitas ketegangan di dalam jalan cerita film juga mampu terjaga ketika Fuqua menghadirkan beberapa adegan interogasi. Fuqua tahu benar tentang material yang sedang ia kerjakan – bahwa Olympus Has Fallen akan benar-benar mampu tampil kuat dengan eksplorasi yang tepat di sisi aksi ceritanya – dan adalah mudah untuk mengungkapkan bahwa Fuqua berhasil menggarap film ini menjadi sebuah sajian aksi yang sangat menghibur.
Di saat yang sama, Fuqua sayangnya gagal mencegah Olympus Has Fallen untuk tidak jatuh ke jebakan film-film sejenis. Ketika intensitas ketegangan cerita telah berhasil terbangun semenjak awal, Olympus Has Fallen mulai terasa bertele-tele dalam menyampaikan solusi permasalahannya. Kumpulan teroris dan kaki tangannya yang awalnya digambarkan begitu perfeksionis dalam melancarkan aksinya secara perlahan ditampilkan mulai menemui kelemahan – agar sang karakter utama dapat menjatuhkan mereka. Deretan dialog yang awalnya terkesan normal kemudian berubah menjadi semakin cheesy seiring dengan perjalanan durasi film ini. Pun begitu, dengan balutan adegan aksi yang telah disajikan Fuqua, rasanya tidak akan banyak suara sumbang yang mempermasalahkan kerikil-kerikil kecil yang hadir di sepanjang perjalanan film ini.
Olympus Has Fallen jelas bukanlah sebuah film yang akan banyak diingat oleh banyak orang lama setelah selesai menyaksikannya. Pun begitu, Antoine Fuqua berhasil menggarap film ini dengan baik sehingga memiliki kualitas yang berada di atas kualitas film-film sepantarannya. Bagian kesuksesan tersebut datang dari kemampuan Fuqua untuk mengendalikan ritme penceritaan film sehingga mampu menghadirkan intensitas ketegangan cerita yang begitu terjaga. Ditambah dengan apiknya tata produksi serta penampilan akting para jajaran pemeran film, Olympus Has Fallen berhasil menjelma menjadi sebuah presentasi aksi yang meskipun terkesan klise namun mampu tampil begitu menghibur di sepanjang pengisahannya.

Download

Oblivion (2013)



Film Oblivion menceritakan seorang veteran perang bernama Jack Harper yang diperankan oleh Tom Cruise yang dikirim oleh pengadilan militer ke sesuatu planet yang jauh serta terasing. Dia ditugaskan untuk membunuh serta membasmi sisa-sisa ras alien yang tetap tertinggal disana.
Awalannya seluruh jalan dengan lancar, tetapi hingga satu saat Jack mesti menghadapi penjelajah angkasa yang bertanya perihal info planet tersebut, misi yang dia emban serta siapa dirinya sesungguhnya.
Kehadiran penjelajah angkasa tersebut menggoyahkan kesetiaannya saat menjalankan misinya di planet tersebut. Mampukah Jack Harper merampungkan misinya ?

Download

Fast & Furious 6 (2013)


Setelah perampokan di Rio, Dominic Toretto dan timnya menyebar ke seluruh dunia: Dominic tinggal bersama Elena; adiknya Mia dan Brian O'Conner dikaruniai seorang putra, Jack; Gisele dan Hang pindah ke Tokyo, dan Roman dan Tej hidup mewah.
Agen Diplomatic Security Service (DSS) Luke Hobbs dan rekannya Riley menyelidiki serangan ke konvoi militer Rusia dan meyakini mantan anggota United Kingdom Special Forces Owen Shaw dan krunya sebagai pelakunya. Hobbs melacak Dominic dan meminta bantuannya untuk menangkap Shaw; Dominic setuju setelah Hobbs memperlihatkan foto mantan kekasih Dominic, Letty Ortiz, yang ia duga sudah mati. Dominic mengumpulkan teman-temannya dan mereka menerima misi ini dengan syarat catatan kriminal mereka diputihkan dan mereka diizinkan pulang ke Amerika Serikat; Mia dan Elena tinggal bersama Jack.
Tim dipancing ke tempat persembunyian Shaw di London oleh salah satu tangan kanannya. Mereka dan kepolisian ternyata dijebak, sementara rekan-rekan Shaw melakukan perampokan di tempat lain. Shaw kabur dengan mobil, meledakkan tempat persembunyiannya, dan membuat polisi tidak berkutik. Dominic, Brian, Tej, Han, Gisele, Hobbs, dan Riley mengejarnya. Letty datang membantu Shaw dan menembak Dominic sebelum kabur. Di markas mereka, Hobbs memberitahu tim Dominic bahwa Shaw mencuri komponen untuk merakit alat Nightshade yang dapat memadamkan listrik satu negara; ia berusaha menjualnya ke penawar tertinggi. Sementara itu, upaya Shaw untuk mengetahui tim lawannya mengungkapkan fakta hubungan Letty dengan Dominic, namun Letty diketahui menderita amnesia.
Roman, Han, Gisele, dan Riley menyelidiki anak buah Shaw dan mengetahui hubungan Shaw dengan Arturo Braga, bos narkoba yang ditahan Brian. Brian pulang ke Amerika Serikat sebagai tahanan agar bisa bertemu Braga. Braga mengatakan bahwa Brian bisa menemui Shaw jika Shaw sendiri ingin menemuinya. Ia juga mengungkapkan bagaimana Letty selamat dari ledakan yang diduga menewaskannya. Shaw hendak membunuhnya, tetapi setelah tahu Letty hilang ingatan, ia merekrutnya. Dibantu mantan rekan di FBI, Brian bebas dari penjara. Di London, Dominic bertarung melawan Letty dalam ajang balap jalanan. Setelah itu, keduanya berbicara dan Dominic mengembalikan kalungnya. Setelah Letty pergi, Shaw tiba dan menawarkan agar Dominic dan timnya bebas pergi, namun Dominic menolak pergi tanpa Letty.
Tej melacak serangan Shaw selanjutnya ke sebuah pangkalan militer NATO di Spanyol. Shaw dan timnya menyerang konvoi militer yang mengangkut cip komputer untuk menyelesaikan perakitan Nightshade-nya. Dominic dan timnya datang menyerobot mereka, sedangkan Shaw, dibantu Letty dan Jah, mengendarai tank dan mulai menggilas mobil di jalan. Roman berusaha mengikatkan mobilnya dengan tank, lalu didorong Brian keluar jembatan, sehingga tanknya terbalik. Letty terlempar dari tank dan Dominic berusaha menyelamatkannya. Shaw dan timnya berhasil ditangkap, namun ia mengungkapkan bahwa orang-orangnya sudah menculik Mia. Mereka terpaksa membebaskan Shaw, dan Riley (ternyata anak buah Shaw) pergi bersama mereka; Letty memutuskan untuk tetap bersama Dom. Shaw dan timnya menaiki pesawat kargo saat masih berjalan di landasan sambil dikejar Dominic dan timnya. Dominic, Letty, Brian, dan Hobbs menaiki pesawat; Brian menyelamatkan Mia dan mereka keluar pesawat menggunakan mobil. Pesawat berusaha lepas landas tetapi tertahan oleh kabel yang terikat dengan kendaraan yang dikemudikan Han, Gisele, Roman, Tej, Brian, dan Mia. Gisele mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Han. Letty membunuh Riley dan ia dan Hobbs lompat ke mobil di bawahnya. Dominic mengejar Shaw dan cip komputer yang dipegangnya. Shaw terlempar dari pesawat, sedangkan pesawat itu sendiri jatuh. Dom mengendarai mobil yang tersisa melintasi hidung pesawat dan bertemu teman-temannya. Cip tersebut dikembalikan ke Hobbs sebagai jaminan pengampunan mereka.
Setelah itu, Dominic dan timnya pulang ke Amerika Serikat. Hobbs dan Elena datang untuk mengkonfirmasi bahwa mereka bebas dari tuduhan kriminal apapun. Sebelum Dominic dan timnya makan siang, ia bertanya apakah Letty merasa kenal dengan suasana saat ini; Letty menjawab tidak, tetapi ia merasa sudah di rumah.
Di adegan akhir kredit, saat Han dikejar-kejar di Tokyo, ia ditabrak mobil asing, sehingga mobilnya meledak dan menewaskannya. Pengemudi mobil asing tersebut menyingkir dari lokasi kejadian dan meninggalkan pesan ancaman untuk Dominic.
Download juga Fast to furious 4

Download
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2014. Gratis Download Film - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger